"Corat Coret"

Corat Coret Celotehan Cewek Cerewet :)

Anak pertama kita yang, hahaha – View on Path.

Tua dijalan, lapar dn ditemenin lagu kebangsaan -__- with Ifa – Preview it on Path.

Masih terjaga :( with Indra Destia, Soraya, and Nurul at IGD RSUD Al-Ihsan Bandung – Read on Path.

Anak sulung yaa gini >__Path.

Carilah pasangan yang dapat menjadi perhiasan dunia dan akhirat.
Adhitya Mulya dalam Sabtu Bersama Bapak (via kuntawiaji)

Makjang pinuh nya kebangetan :’( – at Antapani Culinary Night with Delisa and Kresna – See on Path.

sorayaintanp:

Selamat pagi~ – View on Path.

  • A: Kamu tidak rindu terhadap rindu?
  • R: Tentu aku rindu, akan rindu.
  • A: 48 jam adalah waktu yang lama untuk menantikan rindu kembali bertamu...
  • R: Jangankan berjam-jam, jika dia ada selangkah dari pijakan ku, aku sudah terajam rindu.
  • A: Dia siapa? Kau sudah terlalu lama sendiri. Aku heran katanya cinta selalu memilih. Katanya manusia hanya bisa pasrah menunggu. Lalu di mana kah sang cupid berada?
  • R: Cupid tertimbun hutan tanda tanya, nanti jarum waktu yang akan menyisirnya dan cinta keluar tanpa diduga.
  • A: Asal hati yang menunggu tak skeptis dan menutup, mungkin cinta akan hadir saat air mata bergulir kala bersujud.
  • R: Cinta kurasa tidak menunggu air mata, tapi doa dalam sujud akan mewujud nyata dalam proses yang akan kupuja.
  • A: Apakah banyangan ideal sang kekasih mulai terkikis rasa sepi? Atau semakin menguat dalam harap yang pekat?
  • R: Haha sepi cuma mengukir waktu, sepi hanya memperindah masa, hingga dia tiba dan menjalani detik denganku hingga akhir hela.
  • A: Masalahnya, siapkah menunggu saat waktu terus berpacu? Masihkah bersabar jika aksara yang indah memudar?
  • R: Dia memang layak ditunggu. Sabar sudah kujadikan pakaian, aksara yang pudar akan berganti kecup dan pelukan.
  • A: Kesepian jadi cambuk yang mendera. Berulang dan menggema. Hati yang teriris sepi, akan mendingin dan mati. Di mana hangat menanti?
  • R: Hangat itu menjelma di sela jemarinya. Saat kita bertautan nanti, sepi akan menisankan diri. Itu pasti.
  • A: Otak bisa berimajinasi, hati bisa terus berdelusi. Ketika realita menyapa, menghindar dan berkelit sudah sia-sia. Apakah cinta?
  • R: Ketika aku terlalu banyak tanda tanya, itu bukan cinta. Tenang saja. Otak dan hati sedang menyiapkan diri, Tuhan dan alam sedang berdiskusi, tentangnya, untukku.
  • A: Ketika semua lenyap tak tersisa. Satu-satunya yang tertinggal hanya tanda tanya. Hati-hati, nanti hatimu terjebak di labirin hati!
  • R: Di labirin hati nantinya aku dan dia akan bersembunyi, tenang saja, saat semua melenyap, dia aku telah menyatu dalam abu.
  • A: Aku ingin melihat binar di matamu. Bukan binar perih, tapi binar serupa mentari menari di atas buih. Indah, karena cinta. Bisa?
  • R: Bisa. Saat matanya menyengat jantung dan senyumnya menjemput hatiku. Dari 8 arah mata angin. Soroti aku, yang bercahaya karena cinta, temanku.
  • A: Ada Tuan Putri terlalu nyaman berselimut sepi. Hanya sesekali mengintip, lalu mundur lagi. Hanya berbicara cinta, takut mengalaminya.
  • R: Aku hanya berhati-hati dengan hati. Karena sekali aku remuk lagi, waktu tak akan sanggup mengobatiku lagi.

Selamat wisuda bibeh kesayanganku ♥ kangen ingin jumpaa bibeh. Sukses bu gurukuu~ with Rizna – Read on Path.